Rabu, Juli 06, 2011

DATANG ATAU TIDAK?

Seorang hartawan akan melangsungkan pesta pernikahan bagi anaknya.
Ia mempunyai seorang famili miskin yang tidak ingin diundangnya, karena ia tahu famili itu tidak mungkin mampu memberi sumbangan.
Namun demi menghargai adat istiadat, ia tetap harus mengundang famili miskin itu.
Hartawan itu mengirimkan kartu undangan dengan menambahkan dua kalimat di atasnya:
Jika kamu datang, berarti kamu rakus.
Jika kamu tidak datang, berarti kamu pelit.
Hartawan itu tertawa dalam hati, hmm, coba lihat kamu datang tidak,
demikian ia membatin.

Pada hari H-nya, sang hartawan melihat familinya itu datang menghadiri pesta pernikahan anaknya.
Setelah mengucapkan selamat & menyodorkan sebuah amplop merah (angpao/hongbao) pada sang hartawan empunya hajad, famili miskin itu
berlenggang kangkung duduk & menyantap makanan lezat yang tersaji.
Sang hartawan membuka angpao yang diterimanya, di dalamnya hanya terlihat satu lembar uang RMB 1 dolar (sekitar Rp 1.350) dengan selembar kertas bertuliskan:
Jika kamu terima, berarti kamu tamak.
Jika kamu tolak, berarti kamu menghina.

Hebat ! Hebat !
Kita harus belajar banyak dari famili miskin itu. Jangan cepat mengumbar amarah menghadapi setiap perlakuan tidak menyenangkan yang kita
hadapi. Terima dengan sabar & bereaksi dengan bijaksana.
(Disadur dari artikel Mandarin “Xian Bing Xian”)

Label: ,

Minggu, Juni 26, 2011

Mengapa Tzu Chi tidak membangun panti jompo?

Sering orang bertanya pada Master Cheng Yen:

Mengapa Tzu Chi tidak pernah membangun panti jompo?

Master menjawab:

Panti jompo terbaik adalah rumah sendiri. Ketika kecil, ayah bunda membesarkan kita dan kakek nenek menjaga kita, mereka tidak pernah mengeluh susah dalam merawat kita dan tidak pernah berpikir untuk mengirimkan kita ke tempat penitipan anak, setelah kita dewasa lalu hendak menitipkan orangtua ke panti jompo, ini adalah tindakan salah, kita seharusnya menunaikan kewajiban kita sebagai anak untuk merawat mereka. Orangtua adalah model bagi anak-anak, jika anak kita melihat diri kita memperlakukan kakek neneknya dengan cara demikian, di kemudian hari anak kita juga akan mencontohnya, inilah yang disebut pendidikan keluarga.

Label: ,

Kamis, Juni 23, 2011

Anak siapa nich... :)

Di sebuah RS Bersalin elite, baru aja diinstall suatu alat canggih pemindah rasa sakit saat istri mau melahirkan ke suaminya dan mau dicobakan pd pasangan sukarelawan.

"Apakah Bpk yakin mau nyoba alat pemindah mules istrinya ke bpk pake alat ini? Sakit banget lho! tanya dokter.

"Saya sbg suami yg cinta berat ama istri, rela diapain aja Dok, suweeer!!"

Lalu dokter masang alat tsb hanya pd istrinya yg lagi kesakitan mules2
"Lho, Dok! Koq aku ga dipasangin alat apa2?

"Hohoho..itulah canggihnya, hanya dg DNA transmitter, alat ini bisa otomatis melacak DNA si bapak dan mengirim rasa sakit hingga jarak 500m, tanpa kabel!" Jawab si dokter

"Okay, saya siap Dok! Tolong pindahin mules istriku skrg, kasian tuh dia.. pliiisss"

"Wah-wah sabar pak.. Saya kasih 10% aja, soalnya laki2 gak bakal tahan" dokter mulai mengaktifkan alatnya.

"Wah Dok, gak kerasa tuh.. Naikin lagi dong, aku khan lelaki kuat!"

"Bener nih?! Coba 50% (**rasain lho) Biasanya laki2 udah pingsan"

"Hwahaha Dok, kl perlu 100% ajah! GAK KERASA!" (*samber gledek, nantangin nich!) Pikir dokter.
"Cklick! 100%!!!".

"HAHAHA gatel aja kagak, boro2 sakit DOK!!" Lahirlah anak tercintanya dg selamat dan istri gak merasa sakit apapun. Bahagianya pasangan tsb. Hebatnya lg, boleh langsung pulang!

Namun, di parkiran mobil RS alangkah tercengangnya pasangan tsb, mendapati sopirnya yg ganteng itu, KLENGER!! Berkeringat, Ngangkang sambil pegangin perutnya.
Si suami diam terpaku???....

Label: